Selasa, 12 Maret 2013

PENULISAN ILMIAH : PENGENALAN MASALAH


Tahap awal menulis Ilmiah adalah adalah penentuan TOPIK/TEMA penulisan. PenentuanTOPIK tergantung pada jenis tulisan ilmiah kita, yaitu :
Artikel, Buletin berdasarkan Isu terkini yang berkembang, dan kalau Jurnal, Penelitian berdasarkan pada Masalah utama yang diperoleh.
Penelitian : didasarkan atas penggalian masalah melalui analisa situasi, yang kita kumpulkan data-data, baik yang diperoleh dari hasil rekaman/catatan (Record) yang ada atau dari hasil pengamatan beberapa fenomena yang ada.
Tahap selanjutnya kita tentukan beberapa masalah, dan terakhir kita tentukan prioritas masalah yang dihubungkan dengan isu-isu yang berkembang/prioritas Nasional.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat beberapa data dibawah ini :

Klik Gambar/Tabel untuk memperbesar

Berdasarkan data tersebut maka tampak disini ada beberapa kegiatan yang hasilnya masih menunjukkan kesenjangan antara hasil dengan harapan/target yang ditentukan, berarti kegiatan tersebut merupakan masalah. Kegiatan yang bermasalah adalah :
  1.      Cakupan Bumil K4
  2.      Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani
  3.      Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
  4.      Cakupan pelayanan nifas
  5.      Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani
  6.      Cakupan Kunjungan bayi
7.      Cakupan Pelayanan Anak balita
8.      Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin
Dan ada 1 Kegiatan yang hasilnya melebihi harapan/target, yaitu Cakupan Desa UCI.

Berdasarkan kasus tersebut diatas coba saudara tentukan Prioritas Masalah dalam Pelayanan Kesehatan Dasarnya.

Silahkan anda jawab dalam kolom komentar !

SETELAH MEMBERI KOMENTAR silahkan klik SLIDE BERIKUTNYA

63 komentar:

Desri Yani mengatakan...

prioritas pada Cakupan komplikasi kebidanan yang ditanganikarena hal ini berhubungan langsung engan nyawa ibu an bayi

merlin harisa mengatakan...

Menurut saya Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yg memiliki kompetensi,itu prioritas krna dgn begitu kita memprioritaskan pelanyan kshatan yg kompeten,dan dengan begitu sudah pasti pelanyan dilakukan dengan skill,bukan hanya sekedar tahu saja ,terima kasih

sururi hasan mengatakan...

menurut saya prioritas masalah dari tabel tersebut adalah Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin, karena berdasarkan tabel yang ada terlihat kesenjangan antara target dan realisasi. padahal seharusnya pemberian makanan pendamping ASI harus diberikan karena anak pada usia tersebut membutuhkan nutrisi yang cukup untuk proses tumbuh kembang anak.

yeni novita mengatakan...

cakupan pemberian makanan pendamping ASI.. anak6-24 bulan... kesenjangan yang timbul sangat signifikan

engky said menurut saya prioritasnya adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi, karena dengan dibantu persalinan oleh bidan yang memilki suatu skil yang mumpuni maka bayi bisa lahir secara normal tanpa komplikasi dan si ibupun setelah melahirkan tidak ada suatu gejala yang mengrah ketanda tanda kompliksai setelah partus. mengatakan...

hengky said
menurut saya prioritasnya adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memilki kompetensi, karena dengan dibantu persalinan oleh bidan yang memilki suatu skil yang mumpuni maka bayi bisa lahir secara normal tanpa komplikasi dan si ibupun setelah melahirkan tidak ada suatu gejala yang mengrah ketanda tanda kompliksai setelah partus.

Titin Handayani mengatakan...

cakupan komplikasi kebidanan dan cakupan neonatus dg komplikasi krn blm mencapai target dan perlu di prioritaskan lbh utama

Tugiono mengatakan...

cakupan komplikasi kebidanan,yaitu meningkatkan cakupan kunjungan bumil k4

Anonim mengatakan...

menurut saya prioritas utama masalah tersebut adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi karena jika tenaga kesehatan tidak memiliki skill dan pengetahuan yg baik maka akan merugikan masyarakat

firman agung saputra mengatakan...

kalau dr tabel diatas prioritasnya menurut sy adalah Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin larena dr target pencapaian tidah ada yg terealisai

yasir fitrialdilla mengatakan...

menurut saya terjadi kesenjangan antara kenyataan dan target

tresia krisnawati mengatakan...

menurut saya prioritas yang paling utama terdapat pada cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln gakin. karena pada usia itu membutuhkan nutrisi yang cukup.

lucia aranita meliza mengatakan...

menurut saya prrioritas pada masalah diatas adalah cakupan pada pelayanan anak balita,karena pelayanan anak balita terutama pada masa periode gold itu sangat membantu sianak tumbuh kembang dengan baik.

Anonim mengatakan...

menurut saya dalam setiap cakupan itu penting dilaksanakan dengan secara maksimal,tetapi dalam pelaksanaan kegiatanya perlu pengawasan yang ketat dan dilaksnakan dengan standar kemanan kerjanya,...untuk mendapakan kerja yang profesional.

Riska novianty mengatakan...

Riska novianty said Menurut saya prioritas masalahnya adalah Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin,alasanya dari tabel sudah terlihat target yang diharapkan 100 sedangkan yang terealisasi 0. terjadi kesenjangan yang sangat signifikan. harapan tidak sesuai dengan target.

apridawahyuni mengatakan...

yang terpenting dalam setiap pelaksanaanya perlu di laksanakan secara profesional dan transparansi.
by : Aprida Wahyuni.

Anonim mengatakan...

DAHONO BERKOMENTAR
PERLU DI ANALISA KEMBALI TENAGA KESEHATAN DAN TOPOGRAFI...
DARI DATA DI ATAS SALING BERKAITAN PERMASALAHANNYA..

hazria wati mengatakan...

prioritas masalahnya pada cakupan bumil k4, karena Hal ini untuk mengetahui status keadaan ibu pada awal kehamilan sampai dengan nifas,.apakah kehamilan ibu tersebutnormal atau ada kelainan. hal tersebut untuk ibu mengetahui umur kehamilan, bahkan keadaan kurang darah (anemia) ataupun ada tidaknya infeksi mengingat umumnya sering terjadi infeksi saluran kencing pada kaum hawa. atau bahkan mengetahuikemungkinan pertama yang harus muncul adalah adanya kantong kehamilan. Jika kantong ini tidak berkembang sesuai usia kehamilan dan tidak ditemukan janin di dalamnya berarti ada kelainan yang disebut telur kosong. kemungkinan2 kelainan yg terjadi selama kehamilan dpt diketahui dan di cegah dengan ibu tersebut melakukan k4.. Jika selama ibu melakukan k4 diprediksikan kondisi bakal memburuk (misalnya kelainan dapat menyebabkan kematian atau kelainan berat) akan dipikirkan tindakan terminasi atau pengakhiran kehamilan.jadi dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi tentu nyaa....

maria ulfa mengatakan...

menurut saya yang merupakan prioritas masalah adalah cakupan komplikasi kebidanan yang perlu ditangani

Eka Nurul mengatakan...

Menurut saya, tabel di atas menggambarkan kondisi di lapangan yang tidak sesuai dan terjadi kesenjangan antara target dan realisasi pelayanan kesehatan.
seharusnya dilakukan evaluasi secara berkala setelah dilaksanakannya kegiatan cakupan kesehatan. agar permasalahan yang ada dapat diketahui penyebabnya sehingga target akan lebih mudah tercapai.
By : Eka Nurul Iswanti

Anonim mengatakan...

menurut saya prioritas masalah ada di cakupan pelayanan anak balita....dengan masalah yg masih segar bayi kembar yg tidak dapat pelayanan di sepuluh rumah sakit menolak semua sampai bayi kembar itu meninggal dunia dan yg selamat hanya 1

yudha perwira mengatakan...

menurut saya prioritas masalah ada di cakupan pelayanan anak balita....dengan masalah yg masih segar bayi kembar yg tidak dapat pelayanan di sepuluh rumah sakit menolak semua sampai bayi kembar itu meninggal dunia dan yg selamat hanya 1 yudha perwira

asep kristanto mengatakan...

menurut asep kesenjangan dari tabel tersebut pada cakupan makanan pendamping asi. terima kasih

handi paramitha mengatakan...

menurut saya prioritas yang paling utama terdapat pada cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln gakin. karena pada usia itu membutuhkan nutrisi,vitamin dan gizi yang baik utuk pertumbuhan sianak.

octa riyani mengatakan...

menurut saya prioritas cakupan komplikasi bidan karena tu berhubngan dgn ibu dan anak.tenaga keshatan tu semua hrus teliti dan bekerja sesuai prosedur

Anonim mengatakan...

NURCAHYO HERI HADIR...MAAF TELAAAT

Anonim mengatakan...

Desna Annisa

Menurut data yang terdapat di dalam tabel tersebut
ada 4 indikator-SPM yang belum mencapai target sesuai yang diharapkan
berdasarkan data yang ada pada tabel tersebut

1. Cakupan Pelayanan Anak Balita dan
2. Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI pada Anak usia 6-24 bulan Keluarga Miskin
kedua indikator ini menempatin urutan terendah.
sehingga ke dua indikator ini harus lebih diperhatikan, khususnya bagi Pemberian Makanan Pendamping ASI
karena realisasinya tidak ada sama sekali.

padahal ke dua indikator ini merupakan indikator yang dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya balita,
jika kedua point ini tidak memenuhi target maka dapat dipastikan banyak balita yang akan mengalami pertumbuhan yang abnormal
(tidak sesuai dengan standard perkembangan balita pada umumnya).

Anonim mengatakan...

yenny marlina hadir pak...waduh gaptek pak

enni yunita mengatakan...

menurut pendapat saya priorits masalah adalah cakupan pemberian makanan pendamping ASI anak 6-24 bulan,karena anak pada usia tersebut masih sangat memerlukan nutriri yang cukup untuk tumbuh kembang yang baik

enni yunita mengatakan...

menurut pendapat saya priorits masalah adalah cakupan pemberian makanan pendamping ASI anak 6-24 bulan,karena anak pada usia tersebut masih sangat memerlukan nutriri yang cukup untuk tumbuh kembang yang baik

Meirina tcf mengatakan...

Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin yang menjadi prioritas masalah pak. Karena berdasarkan target sasaran tahun 2011 yaitu 100 (target yang paling besar diantara target-target yang lainnya) tidak terealisasi sama sekali (realisasi 0). Hal tersebut menunjukan tidak adanya tindakan realisasi sama sekali pada Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin yang memiliki sasaran setahun 100 (terbesar) sehingga masalah ini menjadi prioritas.

Lisda Purnama mengatakan...

menurut sy cakupan pemberian mkanan pendampng ASI ank 6-24 bln,itu akan lebih penting utk kesehatan bagi bayi utk pertumbuhan dan perkembangan bayi tersebut.

Desi Meldawati mengatakan...

menurut saya prioritas masalah pada kasus diatas adalah pada cakupan pemberian makanan pendamping ASI anak 6-24 bln, karena blm ada realisasi sama sekali/ msh 0 %, sedangkan targetnya 100 %, jadi ada masalah disini.

umi rosyidah mengatakan...

menurut saya prioritasnya adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan karena dengan pertolongan pesalinan dengan tenaga kesehatan akan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

fitriani pipit mengatakan...

sebaiknya makanan pendamping asi di mulai pd usia 6 s.d 24 bln

nuraini naesa mengatakan...

Menurut pendapat saya, berdasarkan tabel di atas prioritas masalahnya adalah Cakupan pemberian MP-ASI anak usia 6-59 bln Gakin,hal ini dapat dilihat dari target yang terealisasi hanya 0 %, sedangkan target pencapaiannya 100 %, disini terdapat kesenjangan yang sangat signifikan.

Widya Susanti mengatakan...

mnurut saya prioritas masalah dari tabel di atas adalah cakupan pemberian makanan pendamping asi anak 6-24 bln. kar4ena trlihat jlas hanya 0 persen dari target yg 100%. Jd seolah2 kegiatan tsb tdk di laksanakan......

Sri Wulandari mengatakan...

Prioritas masalah yg pertama cakupan pemberian MP ASI gakin, dari target 100% blm ada realisasinya....hal ini juga terkait dengan kinerja petugas.

fitriani pipit mengatakan...

pak,jd yg bener menurut bapak apa?

eka martini mengatakan...

prioritas masalah terjadi pada cakupan anak 6-24 bulan gakin terlihat kesenjangan antara target dengan cakupan,dari target yg 100% cakupan hanya 0

Anonim mengatakan...

by joko sutanto di suoh
menurut saya yang menjadi perioritas masalah adalah cakupan pemberian pendamping asi anak 6-24 bln gakin. terdapat kesenjangan antara target & realita seharuanya seharusnya kegiatan ino terlaksana karena berhubungan dengan gizi dan tumbuh kembang anak

eka martini mengatakan...

umi muslimah said......
prioritas masalahnya yaitu cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak karena realisanya 0 % sedangkan targetnya 100 %.

Anonim mengatakan...

Yuliana Shaura :
Menurut saya hal yang paling diprioritaskan adalah Cakupan Persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi, karena dengan begitu cakupan-cakupan selanjutnya seperti nifas, makanan pendamping ASI, komplikasi kebidanan, serta kunjungan bayi baru lahir akan dapat terealisasikan dengan sangat baik karena kita akan mendapat pelayanan yang komprehensif dari tenaga kesehatan yang menangani kita.

Nanang Edi Prayitno Bagus mengatakan...

prioritas masalah dari tabel di atas adalah Pemberian Makanan Pendamping yaitu Asi pada anak di usia 6-24 bln Gakin, seharusnya memberi makanan ASI pada anak usia tersebut harus, karena di usia tersebut anak masih sangat membutuhkan nutrisi yg terkandung pada ASI untuk proses pertumbuhan anak tersebut
terima kasih

Deni oktavia mengatakan...

menurut saya Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi itu yang menjadi prioritas karena untuk mencegah komplikasi ibu dan bayi, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Dwi Wijayanto mengatakan...

menurut saya prioritas masalah dari tabel diatas adalah cakupan pemberian makanan pendamping asi, karena belum terealisasi

Yoki Elvanie mengatakan...

menurut saya prioritas masalah dari tabel tersebut adalah Cakupan Pemberian Makanan Pendamping Asi anak 6-24 bln Gakin,
kalau menurut bapak apa pak?

SINGGIH WIDYO JATMIKO mengatakan...

pada tabel di atas semua bermasalah, namun apabila dilihat dari data diatas jankauan yang terjauh antara target dan realisasi terdapat pada cakupan pelayanan anak balita, dan dimana pentingnya pelayanan tersebut pada usia pertumbuhannya, demi mendapatkan fasilitas pelayanan dan kesehatan sejak sedini mungkin, sehingga di usianya yang kian tumbuh dewasa si balita tersebut akan tembuh dengan lebih baik dari pada balita yang tidak tercakup dari pelayanan kesehatan.Dengan pemberian pelayanan sehat sedini mungkin inilah manusia sehat di Indonesia akan tumbuh berkembang secara sehat.

Handayani mengatakan...

Prioritas masalah menurut saya tergantung dari keadaan daerahnya (mudah atau susah untuk dijangkau), dalam menentukan prioritas kadang kita dapat menggunakan analisa SWOT, Fish Bone atau Pohon masalah. Kita tidak dapat mengatakan bahwa Pemberian MP ASI gakin adalah prioritas pertama atau cakupan pelayanan ANBAL, kita hrs melihat antara peluang, hambatan, dorongan dan faktor lainnya. Oleh krn nya kita harus menganalisa nya lebih dalam lg dalam menentukan prioritas.

sry anggraeny mengatakan...

menurut saya prioritas utama masalah tersebut adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi karena jika tenaga kesehatan tidak memiliki skill dan pengetahuan yg baik maka pertolongan persalinan tidak dapat dilakukan dengan benar dan dapat merugikan siibu dan anak

lilis suryani mengatakan...

Prioritas masalah dari tabel diatas adalah cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani.karena berhubungan dengan kesehatan KIA.Bila cakupan komplikasi kebidanan pencapaianya mencapai target SPM,maka kesehatan KIA Akan meningkat.

Anonim mengatakan...

maaf pak mau tanya ...ini sudah selasai belum kuliahnya....terima kasih

Anonim mengatakan...

Menurut cakupan saya komplikasi kebidanan dan neonatus belum sesuai dengan target yang diharapkan

Karosa Santirahayu mengatakan...

menurut saya prioritas utama masalah tersebut adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi karena jika tenaga kesehatan tidak memiliki kemampuan dasar dan pengetahuan yg baik maka pertolongan persalinan tidak dapat dilakukan dengan benar dan dapat merugikan ibu dan anak nya

Anonim mengatakan...

persalinan yang harus dilakukan oleh tenag kesehatan yang kompetenn harus dengan keterampilan yang fropesional karena pada persalinann ini dapat mambahayakan ibu dan bayi
by :arsinoto

Anonim mengatakan...

Misti Azizah
Sorry telat. . . . .
Menurut saya dari tabel tersebut prioritas cakupan masalah kebidanan dan neonatus masih belum sesuai dengan target yang diharapkan

satriabudi727@ymail.com mengatakan...

Menurut saya prioritas masalah terjadi pada cakupan anak 6-24 bulan. karena terjadi kesenjangan antara target dengan cakupan, terrbukti dari target 100 tapi hasilnya 0

Budi Satria Nst

joko sutanto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

menurut saya prioritas masalah pada kasus diatas adalah pada cakupan pemberian makanan pendamping ASI anak 6-24 bln,terutama pada gakin karena blm ada realisasi sama sekali/ msh 0 %, sedangkan targetnya 100 %, jadi ada masalah disini dan harus lebih di perhatikan lagi

Zulda purnawati mengatakan...

Menurut saya di utamakan prioritas masalah tersebut adalah cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi karena jika tenaga kesehatan tidak memiliki ke ahlian dengan baik maka akan merugikan jangkauan lapisan masyarakat...

Anonim mengatakan...

HARIS SUTANTO
MENURUT SAYA SANGAT TIMPANG,KARENA SEMUA MENJADI PRIORITAS..

evi jauhari mengatakan...

menurut saya cakupan permasalahan harus diprioritas dalam membantu persalinan sesuai dengan keahlian yang profesional yang mempunyai keahlian dan skil.

Anonim mengatakan...

Alwin Iman
NPM : 12410025.P
Fakultas FKM Konversi
Maaf Pak Coba-coba

Anonim mengatakan...

Yosiana Utami memberikan tanggapan pak....
berdasarakan data tabel di atas,bahwasanya hasil tidak selalu sesuai atau bahkan melebihi target.
prioritas masalah pelayanan kesehatan dasarnya yang perlu mendapat perhatian dan kerja keras adalah dalam hal "Cakupan Pemberian Makanan Pendamping ASI Pada Anak Usia 6-24 bulan pada keluarga miskin",karena penyelamatan calon bayi atau bayi bukan hanya diberikan pada saat calon bayi masih di dalam kandungan dan proses persalinan saja,tetapi mempertahankan cakupan gizi yg baik pada anak usia 6-24 bulan juga penting,karena mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak
pada tabel di atas,target 100% tetepi kenyataannya belum terlaksana sama sekali,sehingga dalam hal ini harus ada solusi berupa bantuan makanan tambahan pendamping ASI dari Dinas Kesehatan untuk keluarga miskin.